FUNCTIONALISM THEORY

TOKOH : EMILE DURKHEIM, DENTLER, ERICSON, DLL

 

Pencegahan kejahatan adalah pelajaran yg tidak kongkrit,

dr pandangan kriminologi kejahatan tdk bisa dibrantas memang tidak bisa dicegah hanya bisa dikurangi.

 

Tidak ada masy tanpa kejahatan ,tanpa kejahatan adlah masy yg abnormal, pertanyanya adalah mengapa demikian? Kejahatan itu adlah fungsional artinya mempunyai fungsi ,arti , makna. Inilah yg disebutkan oleh Durkheim.

Fungsi fungsi kejahatan :

1.           Kejahatan itu sbg alat kohesi social ( alat untuk mempersatukan warga )

Adanya isu kejahatan di lingkungan sehingga masyarakat bersatu , co : ada poskamling

2.       Fungsi sebagai pengendalian social

Suatu pihak atau golongan tidak berani berbuat kejahatan krn menduga kelompok kejahatan lain memiliki kekuatan yg lebih besar lagi.

Contoh : Kelompok  FBR dan Pok lainya.

Adanya saling menunjukkan kekuatan sehingga kejahatan itu tak terjadi,

contoh lainya kejhtan supernatural : seorang minta kepada dukun untuk serang lawanya dan lawanya ternyata dukun yg lebih hebat sehingga dukun tersebut tidak jadi menyerang.

Contoh : Negara irak dan amerika yg saling tunjukkan kekuatan sehingga tidak jadi menyerang

3.       Sebagai alat keseimbangan

Partisipan observer = terlibat langsung dlm penelitian

Adanya formal leader di lingkungan pelacuran sehingga sudah dibubarkan, adanya pelacuran memberikan sumbangan pekerjaan bagi masyarakatsekitar(adanya saling menguntungkan)

4.       Sebagai garis batas (kejahtan dan bukan kejahatan, kl tdk ada kejahatan sulit menemukan batasnya)

5.       Dalam hal tertentu sbg sarana akan menimbulkan reward/penghargaan

Kejahatan dapat menimbulkan org org tertentu mendapat penghargaan

 

Inilah knp fungsi fungsi kejahatan diperlukan

 

Teori keseimbangan dari dentler dan Ericson :

PREMISE-PREMISE:

1.       KELOMPOK AWALNYA MENDUKUNG, MERESTUI, MENTOLERIR  ANGGOTANYA YG MENYIMPANG.

2.       FUNGSI DARI PENYIMPANGAN, KEJAHATAN ITU UTK MEMBERI KESEIMBANGAN BAGI KELOMPOKNYA. BISA BERUPA MORIL, MATERIIL, ATAU PRESTIGE.

Ini mengembangkan khususnya mengenai kejahatan menimbulkan keseimbangan, ia ciptakan premis/dalil , ini lah premis yg disusun utk menganalisis situasi penyimpangan dan juga analisis kejahatan kelas atas ( co : kasus Angelina, wa ode, ana urbaningrum ) .

Kelompok bisa partai,institusi pada awalnya akan mendukung,tolerir terjadinya penyimpangan, ini premis pertama meningkat pd yg kedua yaitu fungsi penyimpangan itu memberi keseimbangan bagi kelompoknya berupa morill,materiil atau prestige. Pada premis ketiga

 

3.       KELOMPOK AWALNYA AKAN MENOLAK SETIAP TINDAKAN UTK MENGISOLIR ATAU MENINDAK ATAU MENJATUHKAN SANKSI BAGI SIPELAKU SAMPAI TITIK BATAS TERTENTU SAMPAI ORANG TSB SAH DIANGGAP BERBAHAYA BAGI KEUTUHAN KELOMPOK

 

Dalam analisis kasus tertentu yaitu di white collar crime ada banyak kasus akan terhenti dan ada juga kasus yang lanjut selesai sempurna ( co : kasus nazarudin), jd teori ini bisa prediksi bgm akhir dr suatu peristiwa kejahatan.

Kasus yuzril sampai di premis yang kedua saja

Sekarang kasus anaz sudah sampai di premis mana?

 

Budaya hukum ada pd institusi hakim,jaksa , polri punya budaya hukum sendiri , Kita harus perhatikan budaya hukum KPK sekarang berbeda, dimana ada perubahan drastis pd ketua KPK skg.

 

 

Iklan