PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG TIMBUL

DALAM PRAPERADILAN

 

PENANGKAPAN

–             Tertangkap tangan tetapi  ada Surat Perintah Penangkapan.

–             Penangkapan  di ruang sidang Pengadilan.

–             Tidak menunjukkan Surat Perintah Penangkapan.

–             Dalam Surat Perintah Penangkapan  tidak mencantumkan  Identitas  Tersangka  dengan jelas  mengenai : Nama, Alamat, Umur dan Pekerjaan.

–             Petugas  dalam  melakukan penangkapan  tidak dapat menyebutkan  alasan penangkapan kepada Tersangka.

–             Salah mengenai orangnya.

–             Tidak didukung   oleh bukti permulaan yang cukup.

–             Tembusan tidak diberikan pada pihak keluarga Tersangka

–             dll

 

PENGGELEDAHAN

–             Tidak ada ijin Pengadilan.

–             Tidak ada saksi.

–             Petugas belum bisa membedakan penggeledahan dalam keadaan biasa dengan keadaan perlu dan mendesak.

–             Dan lain-lain.

 

PENYITAAN

–             Tidak didukung dengan ijin sita dari Pengadilan.

–             Tidak ada saksi dan tidak dibuat Berita Acara.

–             Petugas masih sulit membedakan penyitaan dalam keadaan biasa dan dalam keadaan perlu dan mendesak (tertangkap tangan).

–             Barang yang disita tidak ada  kaitannya dgn tindak pidana yang terjadi.

–             dll

 

PENAHANAN

–             Tidak didukung dengan bukti yang cukup.

–             Salah menerapkan hukum (persyaratan formil dan materil).

–             Dalam Surat Perintah Penahanan  tidak mencantumkan identitas dgn jelas.

–             Tembusan Surat Perintah Penahanan tidak ada diberikan kpd pihak keluarga.

–             Tembusan diberikan tetapi tdk didukung dgn bukti penerimaan (ekspedisi).

–             Melebihi limit waktu penahanan.

–             Penahanan bukan untuk kepentingan pengadilan (perkara sudah P.21  tetapi perpanjangan penahanan masih dilakukan).

–             Surat Perintah Perpanjangan Penahanan oleh Penyidik.

–             Dan lain-lain.

 

PERIHAL PENGHENTIAN PENYIDIKAN (SP.3)

–             Penyidikan belum maksimal tetapi perkara sudah SP.3.

–             Tidak memedomani ketentuan dalam KUHAP.

–             SP2HP Ditafsirkan SP3.

–             Perdamaian dilakukan di Kantor Polisi.

–             Dan lain-lain.

 

Iklan