Iklan

Archive for 07/12/2015



naskah_akademik_tentang_kuhp_dengan_lampiran.pdf

2015-12-07_2057

Semoga bermanfaat

Iklan

Menuliskan tentang pembangunan untuk Polri atau perubahan untuk Polri, namun setelah kami merenung, ada hal yang mendasar yang tidak bisa ditinggalkan, hal yang tidak boleh diabaikan sebelum berbicara tentang berbagai macam program, yaitu Teori Maslow.

Tujuan hidup setiap manusia akan didesak atau didorong oleh beberapa kebutuhan dan jika di uraikan tentang teori kebutuhan yang tersusun dalam bentuk piramida, maka kebutuhan manusia meliputi:

1. KEBUTUHAN FISIK
Sering kali kebutuhan ini disebut dengan kebutuhan makan untuk mengisi perut dan gejala alami yaitu LAPAR, kebutuhan sandang meliputi pakaian supaya manusia tidak telanjang. Pada era modern ini pengertian kebutuhan sandang dapat berkembang menjadi SARANA perlengkapan dalam mendukung kehidupannya dan kebutuhan selanjutnya adalah kebutuhan papan atau RUMAH atau tempat tinggal untuk menampung keluarganya supaya bisa berteduh dari hujan, beristirahat dan mengasuh anak anaknya.

2. KEBUTUHAN KEAMANAN
Setelah kebutuhan pertama tadi (kebutuhan fisik) terpenuhi, maka manusia akan membutuhkan rasa aman dari segala ancaman, manusia akan membutuhkan perlindungan atas hak haknya dan kepentingannya dan manusiapun menginginkan rasa nyaman dalam melangsungkan hidupnya, termasuk melindungi apa yang dimilikinya baik yang berupa materiil (tampak) ataupun non-materiil (abstrak).

3. KEBUTUHAN SOSIAL
Setelah kebutuhan pertama dan kedua terpenuhi, maka kebutuhan manusia akan meningkat supaya di akui dalam melaksanakan aktifitasnya. Manusia tidak bisa hidup sendiri, sehingga dalam melangsungkan hidupnya, manusia menginginkan untuk diakui dengan cara apapun itu, manusia membutuhkan untuk dihormati dan manusia menginginkan diterima dilingkungannya.

4. KEBUTUHAN EGO
Setelah kebutuhan ketiga tercapai, maka manusia akan meningkatkan kebutuhan (egonya) privacy nya yaitu ingin mendominasi atau peran yang dominan atau eksis dalam kelompoknya atau bahasa mudahnya adalah keinginan untuk memimpin dikelompoknya.

5. KEBUTUHAN AKTUALISASI
Setelah semuanya tercukupi, maka manusia akan mencapai kebutuhan yang paling atas yaitu memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Pada tahapan ini, si manusia akan selalu mengembangkan kreasi, inovasi dan lain-lainnya supaya tetap bisa mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidupnya.

Dari uraian diatas, maka manusia tidak akan pernah berhenti untuk memenuhi kebutuhannya sebelum malaikat mencabut nyawanya, dan ada sebagian kalangan yang berpendapat jika kebutuhan Fisik dan Kemananan ibarat dua sisi mata uang.

Mengapa Polisi harus paham teori kebutuhan…?

Ribuan tahun yang lalu fungsi kepolisian telah ada dengan tugas hanya sebagai penjaga malam atau menjaga makanan, sehingga lahirnya fungsi kepolisian, sama atau berbarengan dengan lahirnya masyarakat, maka bisa dikatakan antara masyarakat dan Polisi menyatu (satu bagian).

Di era Modern, Polisi menjadi lembaga birokrasi pemerintah yang diatur oleh Undang-Undang dan puluhan aturan yang dijadikan dasar mereka untuk bekerja, sehingga antara masyarakat dan Polisi semacam terpisah karena peraturan yang telah membatasinya.

Menjawab pertanyaan, mengapa Polisi harus paham teori kebutuhan, bahwa masyarakat yang dihadapinya mempunyai perbedaan pada tingkat kebutuhan, sehingga dalam penyelesaikan perkaranya pun akan menghadapi tantangan yang berbeda pula.

Beberapa contoh kasus tanpa melihat teori kebutuhan.
1) Pencurian buah kakao yang dilakukan oleh nenek minah, mungkin melakukan pencurian karena ada pada tahap 1 atau 2, sehingga saat Polisi memprosesnya, dianggap Polisi tidak mempunyai empati.

2) menangani kasus Pelindo tentunya akan mendapatkan tantangan yang berbeda karena yang dihadapi sudah bukan pada tataran yang paling mendasar.

Polisi seringkali dikatakan sebagai penegak hukum bagai pisau, tumpul keatas dan tajam kebawah. Selama Polisi tidak dikuatkan pada tataran kebutuhan yang paling dasar, maka Polisi dalam menjalankannya akan berada pada posisi lemah.

Pernah kami tuliskan bahwa sebagian kalangan menengah keatas, akan lebih senang jika Polisi tidak dipenuhi kebutuhan fisiknya, dan mereka juga dengan senang hati akan tetap membantu Polisi dalam mendukung Operasionalnya, baik Operasional Tugas ataupun Operasional untuk kebutuhan hidup, karena jika Polisi kuat maka beresiko akan menjaga jarak dengan kalangan tertentu yang diduga ada pelanggaran hukum.

(Sumber : Sofwan hermanto,2015)


Gendam

KASUS 1

Penipuan bermodus gendam menimpa korban an Sajaun warga asal palu yang baru saja tiba di semarang. Uang Rp 40 juta habis di perdaya oleh pelaku. Pada saat Sajaun berada di lapangan simpang lima ia didatangi oleh dua orang pelaku menanyakan alamat ke klaten, namun korban menjawab tidak tahu karena saya baru datang dari Palu, karena mendengan korban adalah pendatang  kedua pelaku melakukan aksinya dengan bujuk rayu yang membuat korban tidak berdaya. Tanpa disadari  dia mengikuti apa yang diperintahkan pelaku, korban masuk ke mobil pelaku dan kemudian membawanya ke mesin ATM kemudian dalam pengaruh tersebut korban memberikan PIN ATM nya, setelah transaksi berhasil pelaku memberikan kartu ATM lain dari bank yg sama sementara kartu ATM korban dibawa pelaku, kemudian pelaku melarikan diri, setelah 15 menit korban sadar ia mengetahui kalau ia sudah diperdaya.

(Sumber : Suara merdeka, 7 Desember 2015 hal 20)

Kasus 2

kejahatan gendam  di Kota Semarang. korban dua mahasiswi digendam orang tak dikenal sehingga rugi jutaan rupiah.

Dua mahasiswi tersebut bernama Ratri Ridha Sasanti (21), warga Jalan Melon nomor 7 RT 01 RW 01, Kelurahan Metroyudan, Kecamatan Metroyudan, Kabupaten Magelang dan Ratih Kumala Dewi (20), warga Dukuh Megulung RT 01 RW 03, Pati.

Keduanya terpaksa merelakan uang Rp3.000.000 kepada dua laki-laki yang tidak dikenalnya saat jalan-jalan di Mall Ciputra.

“Kejadiannya Jumat 27 Desember 2013. Waktu itu saya ingin belanja sama Dewi di Mall Ciputra. Saat sedang mencari toko, saya ketemu dua orang laki-laki  yang mengajak kenalan,” kata Ratri kepada wartawan saat melaporkan kejadian itu kepada petugas kepolisian, Minggu (29/12/2013).

Ratri menambahkan, setelah itu ia tidak menyadari menjadi korban kejahatan. Tanpa sadar, mereka berdua terus melayani percakapan dari dua laki-laki itu dan mengikuti apa yang mereka perintahkan.

“Tidak tahu kenapa, saya terus menjawab setiap pertanyaan mereka. Lalu apa yang mereka perintahkan saya turuti,” imbuhnya.

Setelah itu, Ratri mengaku tidak mengetahui apa-apa lagi. Beberapa saat kemudian, saat ia sadar dua lelaki itu sudah tidak ada di hadapannya.

Kekagetannya memuncak saat hendak mengambil uang di ATM untuk berbelanja. Berkali-kali ia mencari, ATM nya tidak ketemu. Setelah penasaran, ia kemudian pulang dan mengecek buku tabungan.

“Setelah saya cek di bank, ternyata ada transaksi penarikan uang pada jam dan waktu saya di mal. Sisa uang saya hanya batas minimal saja. Sebelumnya ada uang sekitar tiga juta lebih di ATM itu,” pungkasnya sambil menyesal.

Sumber : http://daerah.sindonews.com/read/821741/22/pelaku-gendam-kembali-beraksi-1388318704

Kasus 3