Irwansyah baco, warga perumahan puri ginte, lingkungan larema, kelurahan simpasai, kecamatan wajo kabupaten Dompu NTB tewas di perumahan Puri Ginte senin 29 juni 2015 dan dia adalah korban dari kejahatanya sendiri. Irwansyah mencoba merampok seorang pelajar SMA dan kekasihnya katakanlah bagus dan ayu. Tapi karena perlawanan dari Bagus sehingga Irwansyah  kalah dalam duel berkelahi kemudian  meninggal, Tapi polisi  tetap menangkap bagus dan menjeratnya dengan pasal 351 ayat 1 dan 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan  kematian dan diancam hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Ada kisah serupa menimpa sebut saja jajang sopir angkut kota di daerah pacet, cianjur jawa barat, dia ditangkap polisi karena membunuh seorang preman, peristiwa ini terjadi karena pelaku membela diri saat dikeroyok kawanan preman oyot alias suherlan yang tewas setelah duel dengan jajang. Tapi polisi tetap menangkap dan menahan jajang diancam 7 tahun penjara dgn tuduhan melanggar pasal 351 KUHP ttg penganiayaan yang menyebabakan tewas seseorang.

Raju Andrian juga tidak beruntung karena pemuda 20 tahun di pekanbaru Riau ditangkap dengan jeratan pasal yang sama padahal dia berusaha mempertahankan sepeda motor yang akan dibegal olehpreman serta menyelematkan kekasihnya dari kemungkinan diperkosa.

Dalam KUHP dijelaskan bahwa seseorang tidak dapat dihukum karena membela diri sendiri atau orang lain atau hartanya dari serangan atau ancaman yang melawan hukum. Hal ini diatur dalam pasal 49 KUHP ayat 1 dan 2.

Berdasarkan pasal tersebut  seharusnya polisi tidak menangkap bagus, jajang dan Raju serta menjerat  mereka dengan pasal penganiayaan yang menyebabakan kematian. Tetapi masalahnya  selain KUHP ada KUHAP, dalam pasal 20 KUHAP yang membolehkan penahanan untuk kepentingan penyidikan. Jadi secara hukum polisi tidak keliru menahan bagus, jajang dan raju. ketiganya harus tetap  menjalani proses hukum sampai ke pengadilan, Jika memang terbukti membela diri sesuai pasal 49 KUHP hakim mungkin akan  menyatakan mereka tidak bersalah dan membebaskan mereka  dari tuntutan jaksa. Sebab hukum pidana bertujuan mencari kebenaran materiil, polisi berhak melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Iklan