Sistematika Proposal Penelitian[1]

L. I. Nurtjahyo Kurnia[2]

Hakikatnya suatu proposal penelitian memiliki unsur-unsur seperti disebutkan di bawah ini, meskipun tidak secara absolut. Dapat terjadi peneliti menambahkan unsur-unsur lain seperti skema jadwal kegiatan, anggaran keuangan penelitian, kajian kepustakaan, dan sebagainya.

Latar Belakang Masalah

  1. Penjelasan singkat mengenai topik yang akan diteliti.
  2. Relevansi melakukan penelitian.
  3. Pengantar untuk menjelaskan pokok permasalahan penelitian.

Pokok Permasalahan Penelitian/Masalah Pokok Penelitian

  1. Berupa pokok permasalahan tunggal atau lebih dari satu, tetapi tidak perlu terlalu banyak (biasanya maksimal 3)
  2. Berbentuk pertanyaan atau berupa deskripsi yang menggiring pembaca untuk berpikir bahwa memang sebetulnya ada masalah di bidang yang akan dibahas itu.
  3. Merupakan tulang punggung penelitian yang akan dilakukan, sehingga sangat penting untuk merumuskan pokok permasalahan ini dengan teliti.
  4. Seluruh kegiatan penelitian yang dilakukan pada hakekatnya merupakan upaya untuk menjawab pokok permasalahan ini.
  5. Setelah berhasil merumuskan pokok permasalahan penelitian, barulah dirinci hal-hal yang ingin diketahui itu dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan penelitian.
  6. Masalah penelitian harus logis (masuk akal) dan feasible/ dapat atau mungkin untuk dikerjakan oleh peneliti dengan mempertimbangkan kondisi-kondisi tertentu.

Tujuan penelitian:

  1. Berisi tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan penelitian.
  2. Dibedakan atas tujuan yang bersifat akademis dan tujuan praktis, mis. Untuk memberikan rekomendasi kepada….dst.
  3. Tujuan penelitian ini harus memiliki benang merah dengan relevansi melakukan penelitian dan pokok permasalahan.

Kerangka Teoritis dan Kerangka Konseptual:

  1. Kerangka Teori: Terdiri dari  teori-teori yang akan digunakan untuk menganalisa data yang telah diperoleh melalui penelitian kita atau untuk mendukung hipotesa kerja kita.
  2. Kerangka Konseptual: Terdiri dari konsep-konsep atau definisi-definisi yang kita gunakan dalam penelitian tersebut.
  3. Tidak perlu mengutip terlalu banyak teori yang tidak dikuasai dan tidak relevan dengan masalah yang akan diteliti. Alur pemaparan teori harus membentuk suatu benang merah.
  4. Pilih definisi konsep yang benar-benar dapat menjelaskan hal yang kita maksud.

Metode Penelitian:

  1. Bedakan antara metodologi penelitian dan metode penelitian.
  2. Metode penelitian untuk Antropologi Hukum sebetulnya tidak terpaku pada metode kualitatif saja, akan tetapi dengan metode kualitatif kita akan memperoleh data yang lebih kaya, yang khas Antropologi Hukum, lihat Hoebel dan Moore.
  3. Metode penelitian sangat terkait dengan paradigma yang dianut oleh peneliti atau oleh ilmu yang menjadi ruang lingkup penelitian tersebut (lihat fotokopi Dr. Sulistyowati Irianto tentang paradigma: positivis, interpretivis,dan kritikal)
  4. Dalam penelitian yang menggunakan metode kualitatif, peneliti turun ke lapangan dengan mempergunakan alat: pedoman wawancara, observasi/pengamatan, observasi/pengamatan terlibat. Pertanyaan-pertanyaan dalam pedoman wawancara bersifat terbuka dan memberi tempat bagi informan untuk mengungkapkan apa yang sesungguhnya terjadi atau dia alami/data empirik.
  5. Kekhasan dari metode kualitatif, datanya lebih kaya. Menjawab pertanyaan-pertanyaan: mengapa? Bagaimana?
  6. Dalam metode kualitatif subyek penelitian disebut informan.
  7. Uraian data dari hasil penelitian kualitatif sifatnya deskriptif.
  8. Kesulitan dari metode penelitian kualitatif: rapport dengan subyek penelitian harus bagus, pendekatannya harus baik, peneliti diharapkan melakukan probbing.
  9. Dalam penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, peneliti menggunakan kuesioner yang bentuk pertanyaan-pertanyaan di dalamnya bersifat tertutup, jawaban hanya berkisar pada ya/tidak, benar salah, atau pilihan-pilihan lain yang telah ditetapkan peneliti. Seringkali subyek penelitian sulit mengungkapkan apa sesungguhnya yang terjadi atau ia alami karena jawaban pertanyaan tertutup tidak menyediakan kemungkinan tersebut.
  10. Dalam penelitian kuantitatif, yang ingin dicapai adalah pembuktian terhadap suatu teori atau hipotesa awal.
  11. Dalam metode kuantitatif obyek penelitiannya adalah responden, karena semata-mata hanya merespon pertanyaan peneliti.
  12. Uraian data dari hasil penelitian kuantitatif dapat bersifat deskriptif atau interpretatif (harus diinterpretasikan lebih dulu angka2 yang diperoleh dari penelitian lapangan itu).
  13. Kesulitan dari metode penelitian kuantitatif: sampling harus relatif lebih banyak karena ada rumusnya tersendiri, hasil penelitian cenderung menggiring pembacanya untuk menggeneralisasi hasil sampling tersebut seabgai kondisi yang terjadi pada masyarakat secara luas.
  14. Cara-cara pemilihan subyek penelitian pada penelitian kualitatif yang harus disesuaikan dengan tujuan dan masalah penelitian (Poerwandari, 55: 1998): Pengambilan informan dengan kasus ekstrim atau kasus menyimpang, pengambilan informan berdasarkan intensitas kasus, pengambilan informan berdasarkan variasi kasus (semua variasi harus tercakup), pemilihan kasus informan yang bersifat homogen saja,  pengambilan kasus/informan secara bola salju/berantai, pengambilan kasus informan yang memiliki kriteria tertentu, dll.
  15. Dalam menentukan jumlah responden pada metode penelitian kuantitatif, tidak bisa disebutkan suatu jumlah secara acak, karena ada suatu rumus perhitungannya tersendiri, di mana dari suatu jumlah populasi harus terwakili minimal berapa persen dan dengan kriteria-kriteria tertentu. Jumlah responden ditentukan berdasarkan prosentase tersebut dan kriteria-kriteria tertentu itu. Kemudian dilakukan proses penghitungan atas hasil/data penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode a.l. SPSS.
  16. Ketika membahas mengenai bagian metode penelitian, jangan lupa sertakan relevansi atau alasan mengapa Anda memilih kriteria informan tertentu. Gambarkan secara singkat juga situs penelitian Anda, penjelasan panjang lebar mengenai situs penelitian, komposisi penduduk, dll biasanya dimuat atau muncul lagi pada Bab II dari hasil penelitian Anda nanti yang akan dipresentasikan.

Daftar Pustaka

 Suatu proposal penelitian yang baik dan peneliti yang beretika akan selalu mencantumkan daftar pustaka di akhir proposal tersebut. Perlu diingat juga untuk selalu mencantumkan sumber bacaan, sumber teori atau sumber kutipan yang dipakai dalam proposal dalam bentuk catatan kaki ataupun catatan yang terintegrasi dalam kalimat (mis. Metode kasus sengketa (Hoebel, dalam TOI, 1989: 54).)

Jangan lupa: susunan kalimat yang baik (Subyek-predikat-obyek), kalimat tidak terlalu panjang, alur pikiran yang sistematis, dan penulisan sesuai EYD.

Tes kecil:

Buatlah statement of intent/pernyataan maksud penelitian yang isinya:

  • Topik/Permasalahan yang akan Anda teliti
  • Hipotesa awal yang Anda pakai
  • Definisi utama
  • Relevansi meneliti masalah tersebut.

Referensi:

Creswell, John W.. Research Design Qualitative and Quantitative Approaches. Sage Publications, Inc., California: 1996.

Poerwandari, E. Kristi.. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. LPSP3 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok: 1998.

Irianto, Sulistyowati. Perempuan di Antara Berbagai Pilihan Hukum. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta: 2003.


[1] Bahan ini digunakan terbatas hanya untuk kepentingan perkuliahan Antropologi Hukum bagi mahasiswa di FHUI dan PTIK periode tahun ajaran 2003-2004.

[2] Pengajar yunior pada kuliah Antropologi Hukum di FHUI dan PTIK

Iklan